Sulastri Lastone Peot

Aku lahir di Pati 25 Mei 1971. Profesi pertamaku adalah sebagai guru tari di berbagai lembaga pendidikan dari TK,SD, SMP, SMA dan umum. Aku lulusan IKIP Semaran...

Selengkapnya

Usaha Meningkatkan Kemampuan Berbicara Melalui Menyanyi Melalui Media Audio Di TK Bandarjo II Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Anak-anak sebenarnya sangat senang bernyanyi, baik secara berkelompok ataupun sendiri/tunggal/solo.Bernyanyi merupakan salah satu bagian yang penting dalam pengembangan diri anak. Kegiatan bernyanyi adalah bentuk musik yang paling dikenal dan paling mudah dipelajari oleh anak. Dalam bernyanyi, anak-anak akan dapat mengekspresikan apa yang dirasakan, dipikirkan, diimpikan secara pribadi, dan melalui bernyanyilah anak akan bersentuhan dengan sesuatu yang indah.Melalui kegiatan menyanyi, anak dapat mengembangkan rasa estetika dan rasa musikal. Bernyanyi itu sendiri merupakan bagian dari music merupakan salah satu komponen yang dianggap mampu mengembangkan otak kanan manusia. Otak kanan bertugas mengkoordinasikan tugas yang bersifat emosional, artistik, intuitif maupun berpikir secara holistik sehingga anak mampu mengemukakan tanggapannya.Sesuai kurikulum 2013 PAUD, Pendidikan di Taman Kanak-kanak bertujuan mengembangkan kemampuan pada aspek nilai-nilai agama dan moral (NAM), fisik/motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional dan seni. Semua aspek perkembangan tersebut sangat penting untuk dikembangkan dengan baik agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Salah satu aspek perkembangan bahasa menjadi salah satu bagian yang sangat penting karena bahasa sangat diperlukan dalam semua bidang kehidupan. Tingkat pencapaian perkembangan anak usia 4-5 tahun yang harus dicapai dalam lingkup pengembangan bahasa yaitu mengungkapkan Bahasa. Dalam lingkup perkembangan Bahasa anak usia 4-5 tahun diharapkan dapat mengungkapkan Bahasa dan dalam hal ini adalah berbicara. Anak mampu mengungkapkan perasaan melalui berbicara dengan teman, guru, orang tua atau kepada siapapun yang bisa diajak untuk berkomunikasi. Berdasarkan observasi di TK Bandarjo II kecamatan Ungaran Barat kelompok A2, sebagian besar anak-anak takut dan malu untuk berbicara. Faktor yang menyebabkan anak-anak takut atau malu untuk berbicara, yang pertama kemungkinan karena kurangnya komunikasi anak pada saat dirumah. Orang tua anak cenderung membiarkan anak asyik bermain dengan benda disekitar seperti televisi atau bahkan handphone.Karena komunikasi yang tidak menyambung antara guru dan anak maka mengakibatkan hasil pembelajaran yang disampaikan guru tidak dapat terpenuhi atau tidak tercapai. Factor yang kedua kemungkinan disebabkan kekurangmampuan anak dalam menyanyi, karena sifat anak, kepercayaan diri anak, lingkungan anak, dan materi suara anak. Perlu diketahui bahwa menyanyi dianggap sebagai perluasan berbicara, jadi harus diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi berbicara anak juga akan mempengaruhi kemampuan bernyanyi. Karena bernyanyi sangat berhubungan erat dengan emosi sebagai bagian dari masalah psikologi.Semua itu berakibat hasil pembelajaran yang disampaikan guru tidak dapat terpenuhi atau tidak tercapai.

Hal itulah yang menyebabkan anak takut dan malu apabila diajak berbicara.Meskipun guru sudah memberikan umpan berupa pertanyaan agar anak-anak mau menjawab, tetapi kenyataannya sebagian besar anak-anak banyak yang diam bahkan ada yang menangis ketika guru memberi pertanyaan. Terkadang anak-anak mau berbicara apabila guru menuntunnya. Jadi anak mau berbicara apabila secara khusus guru mendekati dan membimbing anak untuk mengajak berbicara.

Dari latar belakang tersebut maka dalam kegiatan pembelajaran pengembangan bahasa bidang mengungkapkan bahasa tidak akan tercapai. Anak tidak bisa diajak berkomunikasi dengan baik. Tugas atau kegiatan yang disampaikan guru kurang bisa diterima anak karena anak kesulitan untuk diajak berkomunikasi. Anak kurang berpartisipasi dalam percakapan. Mereka hanya sebagai pendengar.

Jika hal tersebut tidak segera dibenahi dikhawatirkan anak-anak akan tetap kesulitan untuk mengungkapkan perasaannya. Anak akan tetap kesulitan menjawab pertanyaan dari guru dan seandainya mereka bisa menjawab, jawaban mereka tidak sesuai dengan pertanyaan. Selain itu sikap dan perilaku siswa yang sangat tidak mendukung dalam kegiatan pembelajaran dapat diketahui karena mereka tidak memperhatikan ketika guru menjelaskan. Disamping itu guru juga akan kesulitan apabila anak-anak diberi kegiatan yang ada hubungannya dengan mengungkapkan bahasa atau berbicara.Melihat kondisi demikian menjadikan peneliti mengambil cara dengan melakukan penelitian tindakan kelas melalui kegiatan menyanyi dengan media audio.

Dengan menyanyi melalui media audio diharapkan kemampuan berbicara anak akan terpenuhi. Anak akan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki, anak akan menemukan jati dirinya yaitu kekuatan dan kelemahannya, minat dan kebutuhannya, fisik, intelektual (daya pikir), bahasa, perilaku baik psikososial serta emosional akan berkembang, anak akan terbiasa dan terlatih dalam menggunakan pancainderanya, dan secara alamiah anak akan mengetahui sesuatu yang lebih mendalam. Menyanyi akan memberi inspirasi ke anak untuk dapat mengekspresikan apa yang dirasakan, dipikirkan, diimpikan dan bersentuhan dengan sesuatu yang indah.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut serta untuk memperjelas permasalahan yang akan dibahas maka dapat dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut :

1. Bagaimana proses kegiatan menyanyi dengan media audio dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada anak di Kelompok A2 TK Bandarjo II Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang?

2. Seberapa besar peningkatan kemampuan berbicara setelah melakukan kegiatan menyanyi dengan media audio?

3. Bagaimanakah perubahan sikap atau perilaku anak kelompok A2 setelah melakukan kegiatan menyanyi dengan media audio?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hal-hal sebagai berikut:

1. Penerapan kegiatan menyanyi dengan media audio dalam upaya meningkatkan kemampuan berbicara pada anak di kelompok A2 TK Bandarjo II Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang.

2. Mengetahui hasil peningkatan kemampuan berbicara pada anak di Kelompok A2 setelah mengikuti kegiatan menyanyi dengan media audio.

3. Mengamati dan menilai perubahan sikap atau perilaku anak kelompok A2 setelah melakukan kegiatan menyanyi dengan media audio

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan mendapatkan informasi bahwa dengan menerapkan kegiatan menyanyi dengan media audio dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada anak.

2. Manfaat Praktis

a. Manfaat Bagi Anak Didik

1) Meningkatkan rasa percaya diri anak.

2) Dari segi bahasa anak didik dapat mengeluarkan suara untuk berbicara.

3) Memberi kesempatan pada anak untuk mengekspresikan diri dalam pola-pola suara, atau kesempatan mendengarkan dan berlatih bernyanyi.

b. Manfaat Bagi Guru

Bagi guru hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman dan bahan referensi untuk memecahkan masalah dalam menghadapi anak yang tidak atau belum punya rasa percaya diri. Sekaligus memperkenalkan kepada anak bahwa kegiatan menyanyi adalah kegiatan yang mudah dan menyenangkan, dan bukan sesuatu yang sulit atau menakutkan.

c. Manfaat Bagi Peneliti

Melalui penelitian ini peneliti memperoleh wawasan dan pengalaman serta dapat menerapkan pembelajaran dengan memanfaatkan kegiatan menyanyi dengan media audio sekaligus memberi semangat dan dukungan untuk menumbuhkan kemampuan dan bakat menyanyi pada anak.

d. Manfaat Bagi Sekolah

Penelitian Tindakan Kelas ini mempunyai pengaruh yang efektif untuk meningkatkan kemampuan belajar anak karena dengan meningkatnya kemampuan berbicara pada anak diharapkan kegiatan pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas dapat terlaksana dengan baik tanpa ada kesalahan dalam berkomunikasi.

e. Manfaat Bagi Orang Tua Anak

Manfaat bagi orang tua yaitu dengan kegiatan menyanyi dengan media audio dapat dibuktikan bahwa anak akan mudah beradaptasi dengan teman-temannya dan anak akan lebih mudah untuk mengeluarkan perasaannya melalui berbicara.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori

1. Pengertian Upaya

Menurut Tim Penyusun Departemen Pendidikan Nasional (2008:1787), “Upaya adalah usaha, akal atau ikhtiar untuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar, dan sebagainya”.

2. Pengertian Berbicara

Berbicara merupakan suatu keterampilan berbahasa yang berkembang dan dipengaruhi oleh keterampilan menyimak. Berbicara merupakan kepandaian manusia untuk mengeluarkan suara dan menyampaikan pendapat dan pikirannya. Tujuan berbicara adalah memberitahukan, melaporkan, menghibur, membujuk, dan menyakinkan seseorang.Kajian tentang perkembangan berbicara pada anak tidak terlepas dari kenyataan adanya perbedaan kecepatan dalam berbicara, maupun kualitas dan kuantitas anak dalam menghasilkan bahasa. Anak yang satu dapat lebih cepat, lebih luwes, lebih rumit dalam mengungkapkan bahasanya, atau lebih lambat dari yang lain.

3. Pengertian Menyanyi

Menyanyi yaitu melantunkan suara dengan nada-nada beraturan yang diiringi musi

Menyanyi merupakan suatu bagian yang penting dalam pengembangan diri anak. Anak-anak harus diberi semangat agar menjadi antusias dalam menyanyi. Karena dalam menyanyi, anak-anak akan dapat mengekspresikan apa yang dirasakan, dipikirkan, diimpikan secara pribadi dan melalui menyanyilah mereka akan bersentuhan dengan sesuatu yang indah. Dengan menyanyi, secara otomatis mulut pasti akan membuka dan dengan tekanan dari dalam maka mengeluarkan suara. Harus diusahakan atau diupayakan agar anak-anak senang dan tidak takut untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan yaitu dengan menyanyi.

Jika anak mampu mengeluarkan suaranya untuk menyanyi bearti anak mampu untuk berbicara. Maka harus disadari bahwa factor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berbicara anak juga akan mempengaruhi kemampuan menyanyi anak. Karena menyanyi sangat berhubungan erat dengan emosi.

4. Pengertian Media

Media berasal dari bahasa Latin yang artinya antara. Pengertian tersebut menggambarkan suatu perantaraan dalam menyampaikan informasi dari suatu sumber kepada penerima. Di sekolah, sumber informasi adalah guru dan penerimanya adalah anak. Guru dapat menggunakan media sebagai perantara dalam menyampaikan pesan kepada anak. Contoh media yang dapat digunakan dalam pendidikan misalnya media proyeksi, media audio, film, dan sebagainya.

Menurut Gagne, media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan anak yang dapat mendorong anak untuk belajar. Sedangkan Briggs berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang bisa menyajikan pesan serta mendorong anak untuk belajar.

5. Pengertian Audio

Audio adalah suara atau bunyi yang dihasilkan oleh getaran suatu benda, agar dapat tertangkap oleh telinga manusia. Audio dapat juga merupakan salah satu elemen yang penting dalam ikut berperan dalam membangun sebuah system komunikasi dalam bentuk suara yaitu sinyal-sinyal elektrik yang akan membawa unsur-unsur bunyi didalamnya. Audio terbentuk dari beberapa tahap, diantaranya tahap pengambilan atau penangkapan suara, sambungan transmisi yang membawa bunyi, amplifier, dan lain-lain.

6. Pengertian Media Audio

Media audio adalah alat media yang isi pesannya hanya dapat diterima melalui indera pendengaran saja.

Menurut Sudjana dan Rivai (2003:129), media audio untuk pengajaran adalah bahan yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (pita suara/piringan suara), yang dapat merangsang pikiran, perhatian dan kemauan siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar.

7. Penelitian Yang Relevan

Ada beberapa peneliti yang melakukan penelitian tentang menyanyi melalui media audio. Penelitian yang ditulis oleh Wagiyanti dengan judul Upaya Meningkatkan Kemampuan Bernyanyi Melalui Media Audio Pada Anak Kelompok B TK Pertiwi I Sambi Sambirejo Sragen Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian tersebut mendeskripsikan hasil pelaksanaan pembelajaran melalui media audio untuk meningkatkan kemampuan berbicara. Hal tersebut dapat diketahui dari adanya peningkatan nilai kemampuan berbicara pada tiap siklusnya. Dari penelitian tersebut terdapat pengembangan kemampuan bernyanyi pada anak melalui media audio dari siklus I sampai siklus II. Terdapat kenaikan hasil peningkatan kemampuan bernyanyi anak melalui media audio dari siklus I ke siklus II, yaitu dari 61 % menjadi 81 % atau mengalami kenaikan 20 %.

Penelitian yang ditulis oleh Hukmi dan Febrialismanto dengan judul Meningkatkan Kemampuan Berbicara Melalui Bernyanyi Pada Anak Usia 4-5 tahun di TK Labor Universitas Riau. Penelitian tersebut mendeskripsikan hasil pelaksanaan pembelajaran melalui metode bernyanyi untuk meningkatkan Kemampuan Berbicara Melalui Bernyanyi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan Kemampuan Berbicara Melalui Bernyanyi berdasarkan evaluasi hasil dari siklus 1 meningkat menjadi 61,16 % dan siklus 2 meningkat menjadi 77,629 %.

Dari kedua penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan kegiatan pembelajaran melalui bernyanyi dapat meningkatkan kemampuan anak untuk mengembangkan potensi, intelektual dan melatih panca indernya yang dalam hal ini melatih anak untuk mampu berbicara.

Dari kedua penelitian diatas dibandingkan dengan peneliti sendiri hampir mendekati kesamaan. Hal yang membedakan dari kedua peneliti diatas dengan peneliti sendiri adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk melakukan penelitian. Jika peneliti Wagiyanti dalam melaksanakan penelitian menggunakan media Audio dan peneliti Hukmi dan Febrialismanto menggunakan bernyanyi maka peneliti sendiri menggunakan media audio, yang ketiganya mempunyai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kemampuan berbicara pada anak.

B. Kerangka Berpikir

Ketidakmampuan dalam berbicara pada anak didik kelompok A2 TK Bandarjo II Kecamatan Ungaran Barat diperoleh dari hasil pengamatan adalah sebagai berikut :

No

Kategori Nilai

Jumlah Anak

Tingkat

Keberhasilan (%)

1

Belum Muncul

6

40 %

2

Mulai Muncul

8

53 %

3

Berkembang Sesuai Harapan

1

7 %

4

Berkembang Sangat Baik

0

0

Jumlah

15

100 %

Dari hasil pengamatan diatas diduga hal-hal yang menyebabkan kurangnya kemampuan berbicara pada anak dikarenakan anak dari awal kuang diajak berkomunikasi, anak takut untuk berbicara dengan orang yang dianggapnya baru dikenalnya.

Adapun penjelasan diatas dapat dilihat pada gambar kerangka berpikir berikut ini :

C. Hipotesa Tindakan

Berdasarkan kerangka berpikir tersebut maka hipotesis tindakan kelas yang dihasilkan adalah diduga melalui menyanyi melalui media audio dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak di Kelompok A2 TK Bandarjo II Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Kemampuan berbicara setelah melakukan kegiatan menyanyi melalui media audio menunjukkan peningkatan yang cukup banyak, sikap atau perilaku anak kelompok A2 setelah melakukan kegiatan menyanyi melalui media audio mengalami perubahan yaitu dari anak yang pasif menjadi anak yang aktif dikarenakan mereka mampu melaksanakan tugas yang disampaikan guru.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Setting Penelitian

Setting penelitian ini dilakukan di Kelompok A2 TK Bandarjo II Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2016/2017. Anak didik kelompok A2 terdiri dari 15 anak yang terbagi menjadi 7 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Penelitian di Kelompok A2 karena peserta didik dalam satu kelas masih banyak yang belum aktif untuk berbicara. Peelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas selama dua siklus.

B. Subjek Penelitian

Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini yang menjadi subjek penelitian adalah peserta didik Kelompok A2 TK Bandarjo II Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2017/2018 yang terdiri dari 15 anak yang terbagi menjadi 7 anak laki-laki dan 8 anak perempuan.

C. Objek Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah kegiatan menyanyi. Media yang digunakan adalah audio dalam hal ini adalah tape recorder. Tape recorder menggunakan music dari flasdisk dengan menggunakan lagu-lagu yang disesuaikan dengan kebutuhan dan sesuai dengan usia anak Taman Kanak-kanak.

D. Design Penelitian

Siklus I

Siklus II

E. Variabel Penelitian

Variabel penelitian tindakan kelas ini adalah :

1. Variabel Independent

Yang menjadi pokok pembahasan pada variabel independent disini adalah menyanyi melalui medi audio.

2. Variabel Dependent

Yang menjadi akibat dari variabel dependent disini adalah kemampuan berbicara.

F. Sumber Data

Sumber data diperoleh dari data penelitian yang dikumpulkan berupa hasil pengamatan sehari-hari dalam kegiatan pembelajaran, yang ditulis dalam buku penilaian anak.

PENILAIAN MINGGUAN PERKEMBANGAN ANAK

KELOMPOK : A 2

T E M A : Diriku

INDIKATOR : KD 3.11 Memahami Bahasa ekspresif

(mengungkapkan Bahasa secara verbal

dan non verbal)

4.11 Menunjukkan kemampuan Bahasa

ekspresif (mengungkapkan Bahasa

secara verbal dan non verbal)

No

Nama Anak

Minggu

1

2

3

4

1

Ade

2

Aira

3

Airin

4

Aisha

5

Daffa

6

Devi

7

Ivan

8

Joa

9

Langgeng

10

Akmal

11

Galang

12

Rania

13

Alula

14

Rayhan

15

Risma

KRITERIA PENILAIAN :

1. BM (Belum Muncul)

2. MM (Mulai Muncul)

3. BSH (Berkembang Sesuai Harapan)

4. BSB (Berkembang Sangat Baik)

G. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data penilaian anak berdasarkan tingkat kemampuan berbicara yang diperoleh dengan cara sebagai berikut :

1. Unjuk Kerja

Penelitian dengan menggunakan cara penilaian unjuk kerja untuk mengamati peserta didik dalam melakukan kegiatan berbicara, yang meliputi beberapa aspek penilaian. Penilaian kemampuan berbicara melalui menyanyi melalui media audio melalui teknik unjuk kerja dapat dicontohkan seperti dibawah ini :

PENILAIAN UNJUK KERJA

Hari/tanggal : Senin, 8 Agustus 2017

NO

NAMA ANAK

ASPEK PENILAIAN

Kesiapan

Respon Anak

Tanggung Jawab

Semangat

1

Ade

2

Aira

3

Airin

4

Aisha

5

Daffa

6

Devi

7

Ivan

8

Joa

9

Langgeng

10

Akmal

11

Galang

12

Rania

13

Alula

14

Rayhan

15

Risma

KRITERIA PENILAIAN :

BM (Belum Muncul)

MM (Mulai Muncul)

BSH (Berkembang Sesuai Harapan

BSB (Berkembang Sangat Baik)

2. Observasi

Penelitian ini menggunakan cara observasi secara langsung dimana observasi dilaksanakan ditempat terjadinya atau berlangsungnya peristiwa. Penelitian dengan observasi ini diartikan sebagai pengamatan yang langsung dilakukan terhadap objek penelitian, yang meliputi kegiatan memperhatikan suatu objek dengan menggunakan seluruh indera.

3. Dokumentasi

Penelitian ini juga menggunakan cara dokumentasi yang peneliti peroleh dari foto-foto kegiatan belajar mengajar pada pembelajaran, dan media yang digunakan dalam kegiatan menyanyi yaitu audio, dan foto-foto kegiatan anak selama melakukan kegiatan pembelajaran.

H. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data ini dilakukan berdasarkan indikator peningkatan kemampuan berbicara anak yang dikatakan meningkat apabila telah mencapai kriteria mampu berbicara atau berkomunikasi dengan ketentuan minimal 75 % dari jumlah peserta didik.

I. Indikator Keberhasilan

NO

INDIKATOR

PENCAPAIAN SIKLUS TERAKHIR

CARA PENILAIAN

1

Kesiapan

Minimal 75 % anak siap melaksanakan kegiatan

Penilaian pada saat unjuk kerja

2

Keberanian

Minimal 75 % anak berani untuk tampil

Penilaian pada saat unjuk kerja

3

Apresiasi Lagu

Minimal 75 % anak bisa membawakan lagu

Penilaian pada saat unjuk kerja

4

Suara Anak

Minimal 75 % anak mengeluarkan suara dengan lantang

Penilaian pada saat unjuk kerja

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Pra Siklus

Kondisi awal anak didik kelompok A TK Bandarjo II Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2016/2017 dalam hal kemampuan berbicara masih sangat kurang. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya anak yang masih malu atau kurang mampu untuk diajak berkomunikasi atau berbicara.

Data penilaian yang diperoleh menunjukkan kondisi awal anak didik berdasarkan penilaian pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung dalam tema Diriku yaitu sebagai berikut :

No

Aspek Yang Dinilai

Jumlah Anak Didik

Jumlah anak yang mulai mengenal huruf vokal

BM

MM

BSH

BSB

1

Kesiapan

15

4

10

1

0

2

Keberanian

15

3

11

1

0

3

Apresiasi Lagu

15

2

12

1

0

4

Suara Anak

15

3

11

1

0

B. Deskripsi Hasil Penelitian

Peneliti merencanakan kegiatan perbaikan dengan jadwal kegiatan perbaikan sebagai berikut :

Siklus I

1. RKH 1 dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2016

2. RKH 2 dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus 2016

3. RKH 3 dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus2016

4. RKH 4 dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus 2016

5. RKH 5 dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus2016

Siklus II

1. RKH 1 dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2016

2. RKH 2 dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2016

3. RKH 3 dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2016

4. RKH 4 dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2016

5. RKH 5 dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2016

Prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran berjalan melalui tahap-tahap kegiatan awal (apersepsi), kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Kegiatan perbaikan pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang tercantum dalam RPPH.

Kegiatan yang dilaksanakan peneliti pada siklus I dari tanggal 8 sampai dengan 12 Agustus 2017 adalah sebagai berikut :

RKH 1

1. Guru mengajak anak-anak berbaris dan masuk ke kelas.

2. Guru mengajak anak-anak untuk mendengarkan penjelasan guru.

3. Guru mulai memberikan kegiatan menyanyi lagu “Sayang Semuanya”.

4. Anak-anak melakukan kegiatan menyanyi sesuai petunjuk guru.

RKH 2

1. Guru mengajak anak-anak berbaris dan masuk ke kelas.

2. Guru mengajak anak-anak untuk mendengarkan penjelasan guru.

3. Guru mulai memberikan kegiatan menyanyi lagu “Bintang Kecil”.

4. Anak-anak melakukan kegiatan menyanyi sesuai petunjuk guru.

RKH 3

1. Guru mengajak anak-anak berbaris dan masuk ke kelas.

2. Guru mengajak anak-anak untuk mendengarkan penjelasan guru.

3. Guru mulai memberikan kegiatan menyanyi lagu “Balonku.

4. Anak-anak melakukan kegiatan menyanyi sesuai petunjuk guru.

RKH 4

1. Guru mengajak anak-anak berbaris dan masuk ke kelas.

2. Guru mengajak anak-anak untuk mendengarkan penjelasan guru.

3. Guru mulai memberikan kegiatan menyanyi lagu “Cicak Di Dinding”

4. Anak-anak melakukan kegiatan menyanyi sesuai petunjuk guru

RKH 5

1. Guru mengajak anak-anak berbaris dan masuk ke kelas.

2. Guru mengajak anak-anak untuk mendengarkan penjelasan guru.

3. Guru mulai memberikan kegiatan menyanyi lagu “Tamasya”

4. Anak-anak melakukan kegiatan menyanyi sesuai petunjuk Guru.

Pada Siklus II peneliti menyusun kegiatan perbaikan pembelajaran sebagai perbaikan atau peningkatan pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus I.

Kegiatan perbaikan pembelajaran yang dilakukan sebagai berikut :

Siklus II

Kegiatan yang dilaksanakan peneliti pada siklus II dari tanggal 22 sampai dengan 26 Agustus 2017 adalah sebagai berikut :

RKH 1

1. Pendidik mengajak anak-anak berbaris dan masuk ke kelas.

2. Pendidik mengajak anak-anak untuk mendengarkan penjelasan guru.

3. Pendidik mulai memberikan kegiatan menyanyi lagu “Naik Delman”

4. Anak-anak melakukan kegiatan menyanyi sesuai petunjuk guru.

RKH 2

1. Pendidik mengajak anak-anak berbaris dan masuk ke kelas.

2. Pendidik mengajak anak-anak untuk mendengarkan penjelasan guru.

3. Pendidik mulai memberikan kegiatan menyanyi lagu “Amelia".

4. Anak-anak melakukan kegiatan menyanyi sesuai petunjuk guru.

RKH 3

1. Pendidik mengajak anak-anak berbaris dan masuk ke kelas.

2. Pendidik mengajak anak-anak untuk mendengarkan penjelasan guru.

3. Pendidik mulai memberikan kegiatan menyanyi lagu “Ambilkan Bulan Bu”

4. Anak-anak melakukan kegiatan menyanyi sesuai petunjuk guru.

RKH 4

1. Pendidik mengajak anak-anak berbaris dan masuk ke kelas.

2. Pendidik mengajak anak-anak untuk mendengarkan penjelasan guru.

3. Pendidik mulai memberikan kegiatan menyanyi lagu “Indonesia Pusaka”

5. Anak-anak melakukan kegiatan menyanyi sesuai petunjuk guru.

RKH 5

1. Pendidik mengajak anak-anak berbaris dan masuk ke kelas.

2. Pendidik mengajak anak-anak untuk mendengarkan penjelasan guru.

3. Pendidik mulai memberikan kegiatan menyanyi lagu” Terima Kasihku Guruku”

4. Anak-anak melakukan kegiatan menyanyi sesuai petunjuk guru.

C. Isi Penelitian

1. Pra Siklus

Kemampuan anak dalam mengenal huruf vocal pada Pra Siklus disajikan dalam bentuk tabel dibawah ini :

NO

NAMA ANAK

ASPEK PENILAIAN

Kesiapan

Respon Anak

Tanggung Jawab

Semangat

1

Ade

2

Aira

3

Airin

4

Aisha

5

Daffa

6

Devi

7

Ivan

8

Joa

9

Langgeng

10

Akmal

11

Galang

12

Rania

13

Alula

14

Rayhan

15

Risma

KRITERIA PENILAIAN :

BM (Belum Muncul)

MM (Mulai Muncul)

BSH (Berkembang Sesuai Harapan)

BSB (Berkembang Sangat Baik)

Tabel Hasil Pra Siklus

No

Kategori Nilai

Kesiapan

%

Keberanian

%

Apresiasi Lagu

%

Suara Anak

%

R

%

1

Belum Muncul

4

27

5

33

2

13

3

20

23

2

Mulai Muncul

10

67

9

60

12

80

11

73

70

3

Berkembang Sesuai Harapan

1

7

1

7

1

7

1

7

7

4

Berkembang Sangat Baik

0

0

0

0

0

0

0

0

0

2. Siklus I

Kemampuan anak dalam mengenal huruf vokal sebelum dilaksanakan perbaikan rata-rata : Belum Muncul 23 %, Mulai Muncul 70 %, Berkembang Sesuai Harapan 7 %, Berkembang Sangat Baik 0 %.

Berdasarkan hasil perbaikan diatas maka dilakukan perbaikan pada Siklus I.

Hasil kemampuan anak dalam mengenal huruf vokal pada Siklus I disajikan dalam bentuk tabel dibawah ini :

NO

NAMA

Mengenal Huruf Vokal

Antusias

Respon Anak

Tanggung Jawab

Kemampuan

1

Ade

2

Aira

3

Airin

4

Aisha

5

Daffa

6

Devi

7

Ivan

8

Joa

9

Langgeng

10

Akmal

11

Galang

12

Rania

13

Alula

14

Rayhan

15

Risma

KRITERIA PENILAIAN :

BM (Belum Muncul)

MM (Mulai Muncul)

BSH (Berkembang Sesuai Harapan)

BSB (Berkembang Sangat Baik)

Tabel Siklus I

No

Kategori Nilai

Antusias

%

Respon Anak

%

Tanggung Jawab

%

kemampuan

%

R

%

1

Belum Muncul

0

0

0

0

0

0

0

0

0

2

Mulai Muncul

7

47

6

40

6

40

5

33

40

3

Berkembang Sesuai Harapan

8

53

9

60

9

60

7

47

55

4

Berkembang Sangat Baik

0

0

0

0

0

0

3

20

5

3. Siklus II

Hasil kemampuan anak dalam mengenal huruf vokal pada siklus I rata-rata: Belum Muncul 0 %, Mulai Muncul 40 %, Berkembang Sesuai Harapan 55 % Berkembang Sangat Baik 5 %.

Berdasarkan hasil perbaikan diatas karena kemampuan mengenal huruf vokal dianggap masih kurang maka dilakukan perbaikan pada Siklus II.

Kemampuan anak dalam mengenal huruf vocal pada Siklus II disajikan dalam bentuk tabel dibawah ini :

NO

NAMA

Hasil Mengenal Huruf Vokal

Antusias

Respon Anak

Tanggung Jawab

Kemampuan

1

Ade

2

Aira

3

Airin

4

Aisha

5

Daffa

Devi

6

Devi

7

Ivan

8

Joa

9

Langgeng

10

Akmal

11

Galang

12

Rania

13

Alula

14

Rayhan

15

Risma

KRITERIA PENILAIAN :

BM (Belum Muncul)

MM (Mulai Muncul)

BSH (Berkembang Sesuai Harapan)

BSB (Berkembang Sangat Baik)

Tabel Siklus II

No

Kategori Nilai

Antusias

%

Respon Anak

%

Tanggung Jawab

%

Kemampuan

%

R %

1

Belum Muncul

0

0

0

0

0

0

0

0

0

2

Mulai Muncul

0

0

0

0

0

0

0

0

0

3

Berkembang Sesuai Harapan

2

13

3

20

1

7

1

7

12

4

Berkembang Sangat Baik

13

87

12

80

14

93

14

93

88

Hasil kemampuan anak dalam mengenal huruf vokal pada siklus II rata-rata: Belum Muncul 0 %, Mulai Muncul 0 %, Berkembang Sesuai Harapan 12 % Berkembang Sangat Baik 88 %. Dengan demikian kemampuan mengenal huruf vocal pada anak kelompok A2 sudah memenuhi kriteria minimum yaitu 75 %.

D. Pembahasan Hasil

1. Siklus I

Pada pelaksanaan perbaikan Siklus I peneliti menyampaikan kegiatan mengeluarkan suara atau berbicara melalui menyanyi dengan menggunakan media berupa audio yaitu tape recorder. Berdasarkan hasil dalam tabel 2 terlihat bahwa pada Siklus I terjadi peningkatan hasil pembelajaran. Meskipun menyanyi sambil menggunakan media audio, anak-anak masih malu untuk mengeluarkan suara. Dalam Siklus I masih ada anak yang pasif dan kesulitan dalam mengeluarkan suara untuk menyanyi. Secara keseluruhan Siklus I dapat dikategorikan belum berhasil untuk meningkatkan kemampuan anak dalam berbicara.

Namun ada beberapa kelebihan dalam Siklus I yaitu dengan menyanyi menggunakan media audio menjadikan anak lebih antusia untuk mengeluarkan suara sehingga apabila anak mau mengeluarkan suara untuk menyanyi, otomatis anak akan mau untuk berbiacara. Selain itu guru juga berusaha untuk melibatkan semua anak untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran.Siklus I juga mempunyai kekurangan yang disampaikan oleh Teman Sejawat yaitu kegiatan menyanyi menggunakan media audio yang disampaikan kepada anak-anak belum maksimal. Guru kurang menguasai kelas sehingga perhatian anak terhadap guru kurang.

2. Siklus II

Dalam melakukan kegiatan Tindakan Penelitian Kelas pada siklus II guru masih menggunakan kegiatan menyanyi melalui media audio. Akan tetapi pada Siklus II ini guru lebih menekankan perhatian kepada anak yang kurang dalam menguasai materi dengan cara memberi semangat kepada anak untuk ikut melakukan kegiatan menyanyi. Guru juga memberikan reward berupa tepuk tangan yang meriah kepada anak yang mau menyanyi untuk memberikan semangat kepada anak-anak agar mau menyanyi bersama teman-temannya. Dan dengan reward yang diberikan guru, anak-anak lebih bersemangat dan berani mengikuti kegiatan menyanyi dengan media audio.

Dari hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan di Kelompok A2 TK Bandarjo II Kecamatan Ungaran Barat dengan jumlah 15 anak, rata kemampuan anak dalam berbicara dapat dibuat rekapitulasi sebagai berikut :

Kategori Nilai

Jumlah Tingkat Kemampuan Berbicara

Tingkat Keberhasilan (%)

Kriteria

Pra Siklus

Siklus I

Siklus II

Pra Siklus

Siklus I

Siklus II

BB

4

0

0

27

0

0

Belum Muncul

MB

10

6

0

66

40

0

Mulai Muncul

BSH

1

8

2

7

53

13

Berkembang Sesuai Harapan

BSB

0

1

13

0

7

87

Berkembang Sangat Baik

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berbicara anak pada tiap siklusnya. Kenaikan rata-rata kemampuan berbicara anak pada siklus I sebesar 7 %. Kenaikan rata-rata kemampuan berbicara anak pada siklus II sebesar 87 %. Sehingga tingkat kemampuan mengenal huruf vokal anak meningkat 80 %.

BAB VI

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa menyanyi melalui media audio dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada anak kelas A2 TK Bandarjo II. Hal itu dikarenakan menyanyi melalui media audio yang menyenangkan dan menarik bagi anak, sehingga kemampuan anak dalam berbicara dapat berkembang secara optimal.

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka saran yang dapat diharapkan bagi semua pihak dalam menyanyi melalui media audio adalah :

1. Untuk meningkatkan kemampluan berbicara, guru dapat lebih mematangkan rencana pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran bisa berjalan lancar.

2. Dalam melaksanakan kegiatan menyanyi melalui media audio anak harus diberi semangat dan penguatan sehingga anak dapat mengeluarkan suara dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Setiawan, Denny. (2010). Panduan Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta: Universitas Terbuka.

Rachmi, Tetty.(2010) Keterampilan Musik Dan Tari. Jakarta: Universitas Terbuka.

Dhieni, Nurbiana. (2010). Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta: Universitas Terbuka.

Pekerti, Widia. (2010). Metode Pengembangan Seni. Jakarta: Universitas Terbuka.

Sujiono, Yuliani Nurani (2010). Metode Pengembangan Kognitif. Jakarta: Universitas Terbuka.

Montolalu, B.E.F. (2010). Bermain Dan Permainan Anak. Jakarta: Universitas Terbuka.

Nugraha, Ali (2010). Kurikulum Dan Bahan Belajar TK. Jakarta: Universitas Terbuka.

Suwaryani, Nanik (2015). Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 PAUD. Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan.

LAMPIRAN

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali